Ayoo….Bertani itu asyik

Sebelum nyebrang ke Sumatra ini, biasanya aku tiap Sabtu/Minggu turun ke sawah di Madiun-Jatim dsk, menjadi PPL petugas penyuluh pertanian swadaya. Terus terang aku ga ada basic untuk ilmu pertanian, tapi sekarang kalo diskusi pertanian, ayoo aja…

Kisah tersebut berawal dari sapaanku kepada temen security kantor yg kebetulan punya lahan sawah tentang bagaimana hasil sawahnya. Dan hampir sudah bisa diduga, kondisi pertanian saat ini serba susah. Yang karena pupuk langka, air susah, gagal panen dan berujung pada keputusasaan. Namun karena nggak ‘ngeh‘ ya berlalu aja omongan kami tersebut.

Selang waktu selanjutnya, ada ajakan dari leaderku “Ayo bantu petani. Mau turun ke sawah ?” Singkat cerita akupun “nyanrik” alias “berguru” pada leaderku yang juga ahli kimia (mendalami pencemaran lingkungan) dan pakar pupuk. Keluhan hampir sama dan kelola olah sawah yang sudah “kebablasan” alias over volume dalam alokasi pupuk. Jadi sayang kan, mubasir dan kasihan juga lahan itu.

Kami lakukan paparan & pdkt bgmn bertani dengan penggunaan pupuk yang lebih efisien & efektif serta kalo bisa mengurangi penggunaan pestisida yang bersifat karsinogen, artinya potensial menimbulkan atau menjadi pemicu kanker karena racun sistemik yang terkandung. Disamping itu juga mengajak kelompok tani untuk melakukan PHT pemberantasan hama terpadu dan pengelolaan kesuburan lahan, mengganti unsur organik dan microba yang telah banyak terkuras.

Hasilnya ? Luar Biasa.. sungguh Luar Biasa.

Penggunaan pupuk menjadi lebih effisien, cukup sebanyaknya (bisa kurang) 200kg urea, 100 kg SP36, 100 kg KCl ditambah dengan nutrisi pelengkap, yaitu PlanCatalys CNI hanya 1-2 Kg per hektarnya. Sebelumnya petani memerlukan setidaknya 400 kg urea, 200-250 kg SP36 atau NPK lebih dari 300 kg (yang tahu harga pupuk, silakan berhitung …. ) So, banyak sekali yang bisa dihemat kan. Selanjutnya kami ajak kelompok tani untuk menyisihkan penghematan tersebut untuk memperbanyak pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kandungan organik dalam lahan.

Nah di Sumatra ini tepatnya di Pekanbaru, berhubung susah nemu lahan pertanian karena lahannya gambut, pendampingan dialihkan ke kelompok tani sayur-mayur di Rumbai dan juga ke beberapa pemilik kebun sawit, kebun durian, juga kopi yang selama ini sudah menggunakan nutrisi luar biasa tersebut. Syukurlah hasilnya pun, dari pengakuan mereka, juga luar biasa.

Kepuasan menyalurkan hobby ini ternyata mengasyikkan. Ayo turun kita ke ladang … meraup “Emas Hijau”

6 Responses

  1. Wah, ini hobby yang menghasilkan fulus. lanjut terus mas….

  2. Mas, kalo untuk perkebunan kelapa sawit, bisa dishare pengalamannya ? Lagi mau belajar dikit nih ..🙂 … Thks…

  3. Trims Mas Nunu,
    kalo untuk sawit : Pemakaian PlanCatalys CNI 1.utk TBM (tanaman belum mhasilkan 3thn) efisien dg semprot daun, keb. 3kg/Ha (35-50gr/tangki 14ltr) 2.utk TM(tanaman mhasilkan)dg tabur, keb. 50-80gr/pohon. Keb pupuk primer N(urea)-P(SP36)-K(KCl) dpt dihemat mli 20-50% dari pemakaian biasa atau dgn NPK sekitar 750gr-1kg/pohon tiap3-4*bulan sekali. Dan ada beberapa teknik lain yang mdukungnya.
    ket : * sesuai kemampuan, 10gr~1sdm rata. Titip: ga usah pakai pestisida ya, utk mendukung bebas pencemar karsinogen pemicu kanker.
    Bila berminat, nanti kirim email anda ya. Tq
    ( kaya klompencapir ya =D> )

  4. Mas Dony, selain untuk pupuk, PlanCatalys digunakan untuk apasaja ??

  5. Thanks brow buat infonya…
    Mudah mudahan bermanfaat buat orang bnyak.

    salam sukse slalu

Comments are closed.

%d bloggers like this: