Kemauan Kunci Pembuka Sukses

Siapa yang tidak ingin sukses ? Saya rasa setiap orang ingin mencapai sukses, tentu dengan kriteria masing-masing. Bila seorang pegawai, misalnya, ditanya anda ingin sukses. Pasti jawabnya “mau”. Begitu ditanya kembali, okey, anda mau melakukan penjualan. Jawabnya, entar dulu ahh, wah nggak bisa, nggak tahu saya, jangan saya donk…. Lho ? Mungkin saja, orang tersebut punya latar belakang pengalaman, pendidikan cukup tinggi, modal cukup, diberi kesempatan penawaran pertama. Tapi kenapa tidak lanjutkan penawaran tersebut ?  

 

Pertanyaan yang cukup wajar, namun inilah masalahnya. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Sudah ada kemauan tapi belum cukup bila tidak disertai kemauan keras yang diwujudkan dengan langkah kecil mewujudkannya. Betul, hanya dibutuhkan satu hal kecil & kata yang sangat singkat, 3 huruf : M-A-U… MAU. Langkah berikutnya adalah kemampuan. Banyak orang yang mau, tapi lebih sedikit yang berkemampuan, yaitu kemampuan yang bisa ditingkatkan atau disesuaikan bila memang ada kemauan, kemauan yang terus selalu dimiliki. Dan itu adalah hal yang bisa kita sendiri yang bisa mengendalikan, bukan karena desakan orang lain atau oleh pihak lain.

 

Langkah menuju sukses selanjutnya adalah memanfaatkan apa yang bisa kita terima atau kita upayakan bisa kita dapatkan : kesempatan, peluang, usaha keras, kerjasama dan sukses itu bisa kira raih. Jadi bila dibuatkan saringan menuju kesuksesan itu akan terlihat bahwa lingkaran pertama adalah kemauan dan semakin tersaring dalam jumlah yang sedikit, yaitu orang sukses.

 

Bagaimana dengan anda, sudahkah anda menyiapkan diri menjadi orang sukses yang selalu dilandasi dengan kemauan hati yang kuat, menyiapkan kemampuan yang dibutuhkan, memanfaatkan kesempatan yang ada, meraih setiap peluang, berusaha keras mewujudkan SUKSES itu dan Andalah yang layak berada di puncak.

 

It’s great to see you at the top !!!

One Response

  1. memang banyak sekali orang yg “menghindar “ketika berhadapan dengan kata “selling” dengan jawaban bermacam-macam…”aduh saya tidak berbakat” aduh saya gak bisa”…apa ??? jadi seles ?? maaf …saya sarjana..! padahal banyak bukan sedikit pada akhir bulan para pegawai “jadi seles dadakan”…jual jam tangan,Tivi,guna menunggu gaji yang masih lama datangnya..he..he…

Comments are closed.

%d bloggers like this: