Receives or Gives [ Menerima atau Memberi ]

 At the time I’m checking in plane ticket seen by me a hasty mother together a portel baggage is talking with supervisor officer to check in firm that is likely tells that her baggage was overload from maximum limit of 20kg per passenger. Enunciated, the mother of course buy for resell goods from Pasar ManggaDua, according to which I hears. Hears supervisor officer to check in tells that the baggage overload, the mother says to other passenger coincidence doesn’t bring baggage that is also will check in. “Are you going to Pekanbaru, Mas” the mother enquires. ” O yes, Mam”, think the passenger anticipating the Mother maybe confuse because at the screen CMU (common monitor unit) as appeared “Batam”.”Can I borrow your ticked for my baggage, please?” Seen by the passenger many layer of baggage still in trolley. What passed by quickly its sure overload “Its okey, Mam, never mind” dragging out of his ticket and his KTP (Resident’s ID Card) also for check-in by the mother.

 

The passenger tries discuss with the supervisor officer to check in from the smiled and tells that entrusting the baggage goods is not been allowed. The passenger only tells, this possible just pity can assist the mother. Moreover from his observation, the goods do not contain other cannabis or dangerous good prohibited. The supervisor officer smiles and actually him also in otherside has harmed company by letting ” earnings prospect” elapses.

 

But I don’t know, in my oppinion that is the over load baggage also considered as airline earnings ? Or only earnings of addition ground crew which is not is noted ? And this supervisor officer simply hopes there are addition of cigarette money from ” his business” gets away ” grouping” ticket for baggage facility given every maximum passenger of 20kg. And simply tariff overload baggage equal to Rp.20.000,-/kg.

 

And after the mother having completed process checks in it, this supervisor officer draws near the mother and asks ” Are there also give me a “cigarette money” Mam ?” ” O yes of course” shouts the mother smiling and sticks out a piece of “green money” sheet from her purse is while then with the passenger towards to counter airport tax to pay all of airport tax passenger which has loaned her a ticket for her baggage as heavy 20kg. Simply The mother is total brings more than 50 kgs, the rest is brought it as hand carry.

 

As brown study, becomes what look like we better become ? Like as The Mother, or as the supervisor officer, or like the passenger.

 

The Mother, she tries overcomes her problems is variously and she gets it. She receives kindness of passenger the other one and gives ” cigarette money” to supervisor officer and as consequence to passenger which will be borrowed his ticket, she pays airport tax the passenger too.

 

The Supervisor Officer, he knows the regulation of his company. In consequence he become to a supervisor. But he looks for personal advantage. It is possible that expense of over load the baggage will be assorted to all ground crew and this officer will get slimmer part it is of course. And he takes stand as receiver.

 

The Passenger, he doesn’t feel encumbered, doesn’t become problem for him when his ticket borrowed for baggage the mother and coincidently also without he asks the mother paying airport tax for him.

 

And the interest for simply something is atracting in my mind.

When we receive, weight we would to give.

When we give, we will receive, and more possible again.

 ===============================

[ Bahasa Indonesia : ]

 Menerima atau Memberi

Sewaktu sedang check-in tiket pesawat terlihat olehku seorang ibu yang tergopoh-gopoh bersama seorang portel bagasi sedang berbicara dengan petugas pengawas check-in maskapai yang sepertinya mengatakan bahwa bagasinya overload dari limit maksimal 20kg per penumpang. Maklumlah, ibu tersebut memang sedang kulakan dagangan dari Pasar ManggaDua, menurut yang kudengar. Mendengar petugas pengawas check-in mengatakan bahwa bagasi tersebut overload, si Ibu tersebut menyapa penumpang lain yang kebetulan tidak membawa bagasi yang juga hendak check-in. “Ke Pekanbaru juga ya Mas” si Ibu bertanya. ” O iya Bu, betul”,pikirnya si penumpang tersebut yang menduga si Ibu kebingungan karena pada layar CMU (common monitor unit) tertera “Batam”.”Bisa sekalian nitip saya check-in-kan untuk bagasi?” Terlihat oleh penumpang itu bertumpuk-tumpuk bagasi masih di troli. Yang terlintas dipikiranya pasti ini overload.”Ya Bu tidak apa-apa” sambil diulurkannya tiket dan KTP untuk di-check-in-kan si Ibu.

Penumpang tersebut mencoba berbincang-bincang dengan petugas pengawas check-in yang dari tadi tersenyum dan mengatakan bahwa menitipkan barang bagasi tersebut tidak diperkenankan. Si penumpang ini hanya mengatakan, kasihan saja mungkin ini bisa membantu si Ibu tersebut. Lagi pula dari pengamatannya, barang tersebut bukan berisi ganja atau barang berbahaya lainnya yang dilarang. Petugas pengawas tersebut tersenyum dan sebenarnya dia juga di satun sisi telah merugikan perusahaan dengan membiarkan “prospek pendapatan” berlalu.

Tapi entahlah, apakah over load bagasi juga diperhitungkan sebagai pendapatan perusahaan penerbangan ? Atau hanya pendapatan tambahan ground crew yang tidak tercatat ? Dan bapak petugas pengawas ini ternyata berharap ada tambahan uang rokok dari “usahanya” meloloskan “grouping” tiket untuk fasilitas bagasi yang diberikan tiap penumpang maksimal 20kg. Dan ternyata tarif overload bagasi sebesar Rp.20.000,-/kg.

Dan setelah menyelesaikan proses check-in-nya, petugas pengawas ini menghampiri si Ibu dan menanyakan “Apa ada juga memberi uang rokoknya Bu ?” ” O iya ada” sahut si Ibu sambil tersenyum dan menjulurkan segelinting lembar uang hijau dari dompetnya sambil kemudian bersama penumpang tersebut menuju ke loket airport tax untuk membayarkan sekalian airport tax penumpang yang telah meminjamkan tiketnya untuk dititipi bagasinya seberat 20kg. Ternyata Si Ibu tersebut total membawa lebih dari 50 kg, sisanya dibawanya sebagai jinjingan.

Sebagai permenungan, menjadi seperti apakah kita sebaiknya ? Sebagai Si Ibu, atau sebagai Bapak Petugas Pengawas, atau seperti penumpang tersebut.

  • Si Ibu, dia berusaha mengatasi permasalahannya dengan berbagai cara dan dia mendapatkannya. Dia menerima kebaikan penumpang satunya dan memberi “uang rokok” kepada petugas pengawas dan sebagai konsekuensi kepada penumpang yang mau dipinjam tiketnya, dia membayarkan airport tax penumpang tersebut.

  • Si Petugas Pengawas, dia tahu peraturan perusahaannya. Karena itu dia dijadikan pengawas. Tapi dia mencari keuntungan pribadi. Bisa jadi biaya over load bagasi tersebut akan dibagi-bagi ke semua ground crew dan petugas ini akan mendapatkan bagian yang lebih sedikit tentunya. Dan dia mengambil posisi sebagai penerima.

  • Si Penumpang, dia tidak merasa dibebani, tidak menjadi soal baginya bila tiketnya dipinjam untuk dititipi bagasi si Ibu dan kebetulan juga tanpa dia minta si Ibu membayarkan airport tax baginya.

Dan yang menarik adalah ternyata ada yang manarik dipikiranku.

  • Bila kita menerima, akan berat kita untuk memberi.

  • Bila kita memberi, kita akan menerima lebih, dan mungkin lebih lagi.

Bagaimana dengan anda ?

 

-dony irawan@cgk.12.08.2008

%d bloggers like this: