Suami-Suami Takut Istri

Hee.. hee… jadi inget ya ada sinetron yang setiap hari jam 6sore nongol di tvswasta. Suami-suami Takut Istri, acara yang menurut aku sukses – seperti halnya Bajaj Bajuri, yang menampilkan aktor&aktris yang belum dikenal sebelumnya- sebagai sinetron komedi pengantar malam habis pulang kerja. Ada peran Bapak-bapak vs Ibu-ibu dengan komandan perang Bu RT, dengan pemenangnya adalah Mang Dadang-sang satpam RT.

So ada apa dengan sinetron ini ?

Awalnya aku tonton sinetron ini tersenyum. Beberapa episode berikutnya berubah jadi senyum kecut, kemudian esmosi (emosi) !!! Kok ada suami-suami (baca: laki-laki) kompak ketularan takut bahkan ditekuk-tekuk sama istri-istri (baca: wanita). Secara laki-laki, hormon kelakianku naik, tersinggung !! Aku kirim email protes ke stasiun tv tersebut, protes-seprotesnya. Sekali tidak ada respon di emailku, kirim lagi, lagi dan lagi !! Ini pelecehan !! ini sama sekali tidak mendidik !! ini sudah kelewatan !! memberi wacana posesif yang keterlaluan (arti posesif bukannya sudah kelebihan -hiperbolik ?? ). Kok ada suami-suami (baca: laki-laki -yang dari sononya macho) kok kayak gitu ?! Kok ada ya istri-istri (baca: wanita-yang digariskan lembut) kok kayak gitu ?! Tapi sampai saat ini, email protes tersebut ga dibalas. Dibahas di forum apapun juga tidak.

Sampai saat inipun acara tersebut tetap siaran dan aku tetap menontonnya sekarang. Lho ?!

Terus terang, acara tersebut mengajari aku banyak hal. Dan seharusnya aku berterimakasih ke acara tersebut. Sinetron itu ternyata menjadi sparing partner bagi aku untuk melatih menahan esmosi, mengendalikan ego kemachoanku (kalo ge-er kali ini biarin aja hee.. hee…). Aku dilihatkan sisi lain dari hatiku, Oh thank God, untuk melihat sosok wanita (baca: istri) itu unik dan untuk lebih disanjung keelokannya. Dalam kontek wanita sebagai istri, justru malah semakin mendekatkan ikatan dalam keluarga. Semakin mendalami arti keindahan suami istri. Semakin banyak dicinta, semakin banyak sayang yang kita dapatkan.

Jadi intinya, ga usah takut sama istri dan perlu menindas suami. Tapi saling hormat-menghormati, saling sayang-menyayangi menjadi satu ikatan harmonis.

Salam cubit (cukup bini atu )

(*_*)v  peace

5 Responses

  1. mas donny, awalnya aku juga miris dgn sinetron ini…. kadang malah mringis liat kelakuan para istri yg pengen kuasai para suaminya…. tapi ternyata betul jg sebagai renungan supaya suami tidak bertindak semena2 sama istri yg kadang nangis liat kelakuan suami2… btw postingnya laris juga…. apalagi tip2nya gratis…. ok, keep going to write and i’ll enjoy to read it….

  2. bagus tuh ulasannya, tks

  3. punye temen di batam, nonton sinetron itu kek-nya die banget😀

  4. Kalau suami sudah takut tak menentu sama istri, pertnada dunia ini susah terbalik.. Sang suami harus koreksi diri, kenapa kok bisa takut sama istri, punya kelemahan kali…berobatlah…

  5. arggg..jangan sensitip bapak2…cuma film toh..lagian lucu..ambil utk hiburan aja..
    iya aq juga lama2 banyak ngambil pelajaran dari drama ini…

    setuju, ambil udang dibalik rempeyeknya..

Comments are closed.

%d bloggers like this: