Ayoo Ketawa…

Hati yang gembira adalah obat, tapi semangat yang patah keringkan tulang.

Tertawa itu sehat. Dijamin, Anda akan segera belajar meregangkan saraf tawa. Bukankah tertawa itu gampang? Wong bayi saja sudah belajar tertawa sejak usia empat bulan.

Bisakah Anda mengupayakan untuk tertawa paling tidak 10 menit sehari? Demikian usul Norman Cousins, seorang psikolog kesehatan, lewat bukunya berjudul “Anatomy of An Illness”. Di dalam buku itu, ia mengutip studi seorang filsuf yang menempatkan humor dalam dunia pengobatan. Cousins pernah mencoba menyembuhkan penderitaan pasien dengan cara kontroversial. Bukan dengan obat-obatan, melainkan dengan resep tertawa dan memupuk semangat hidup. 

Melihat hasil terapinya, Cousins semakin yakin, tertawa bisa memperpanjang umur dan ikut membantu menyembuhkan penyakit. Walaupun hasil penelitian itu belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tertawa Sedikit Otot

Cara tertawa orang dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak dapat tertawa secara spontan, sebaliknya orang dewasa butuh situasi yang tepat untuk bisa tertawa. Di kala menghadapi stres, sulit rasanya untuk bisa tertawa dengan gembira. Kalaupun tertawa, mungkin terpaksa atan dibuat-buat.

Sumber stres pada seseorang bisa berupa akumulasi kesedihan ditambah kecemasan di masa lampau, serta kekhawatiran menatap masa depan, karena tidak sanggup mengambil jalan pintas. Akhirnya, penyandang stres hanya bisa mengurung kenikmatan serta kebahagiaan hidupnya. Akibatnya, ia akan sulit tertawa.

Lalu, adakah perbedaan antara orang stres dan orang yang mudah tersenyum? Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih dan pesimistis. Dari segi fungsi ototnya pun berbeda. Kalau orang tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya, kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit daripada kelompok penderita stres.

Apalagi tertawa merupakan harmonisasi gerak dari 15 otot wajah yang dapat ikut menghambat proses pengerutan Wajah pada usia uzur. Juga memberikan latihan ringan bagi tubuh, karena otot dilatih berdenyut di atas rata-rata, khususnya otot muka sebagai pelaku utama tertawa. Mereka yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernapas, karena tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya darah dengan oksigen serta membersihkan bagian respirasi atau alat pemapasan.

Napas kuat juga ikut melatih otot jantung dan memperbaiki sirkulasi darah serta mempercpat aliran oksigen dan nutrisi. Darah dalam pembuluh akan lebih cepat mengangkut oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya ke seluruh tubuh serta memperbaiki fungsi nutrisi sirkulasi tubuh. Selama tertawa, dikatakan juga, antibodi tubuh serta sel darah putih aktif menghadang infeksi, sedangkan hormon mampu meningkatkan kesiagaan dan fungsi memori.

Obat Stres Mujarab

Tertawa menghilangkan rasa cemas, bingung, sedih, dan gelisah. Stres pun dapat ditanggulangi. Maka, tak ada salahnya bila setiap rumah sakit menerapkan program humor. Tentu, tanpa harus mengabaikan prosedur standar medis.

Terapi penderita penyakit jantung dan kanker pun, menurut penelitian terakhir, bisa dibantu dengan mengusahakan agar pasien mau tertawa lebar untuk membantu penyembuhan.

Penelitian pernah dilakukan terhadap 10 orang yang banyak senyum dan ramah, serta terhadap 10 orang yang sering tegang ketika menghadapi pekerjaan. Yang lebih sering absen karena sakit ternyata dalam kelompok 10 orang yang selalu tegang. Tertawa berhubungan dengan salah satu zat otak kelompok endorfin. Zat dalam grup endorfin itu tampaknya mempengaruhi kebugaran emosi dan siap melindungi selama 24 jam penuh.

Manfaat praktis bila seseorang dapat tertawa selama 15 menit sehari, ia dapat terhindar dari serangan sakit kepala. Tekanan darahnya bahkan bisa turun 10 -20 poin! Tidak hanya itu, denyut nadi yang terlalu cepat pun cenderung turun. Cara kerjanya mungkin berkaitan dengan lebih banyaknya udara masuk ke paru-paru, sehingga dengan sendirinya oksigen akan melapangkan kepala.

Hidup penuh dengan senyum dan tawa akan terasa lebih segar serta bermanfaat dalam menekan stres yang kita hadapi. Tawa yang tampaknya sepele dan berlangsung hanya sesaat ternyata punya pengaruh yang dapat bertahan cukup lama.

Senyum dan tawa merupakan anugerah yang tidak ternilai dari sang Pencipta. Jadi, tertawalah selagi Anda masih bisa melakukannya. Wua-ha-ha-ha …. (GCM/int)

Sumber:

http://www.glorianet.org/berita/b4360.html

http://anthonysteven.wordpress.com/2008/01/11/mari-kita-tertawa-sama-sama/

2 Responses

  1. ok banget untuk yang stressss!!!!

  2. ternyata kalo kita tertawa, riang, itu menjadi penolak santet (acara EmpatMata-Tukul)

Comments are closed.

%d bloggers like this: