Laskar Pelangi ….. Hadir !

Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar Kolaborasi Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia

 

Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar, kini Laskar Pelangi siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008.  Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, ”B” Edutainment dan Iluni UI.

Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. “Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” ucap Mira Lesmana selaku Produser film ini.              

Selaku sutradara film Laskar Pelangi, Riri Riza mengungkapkan:  “Laskar Pelangi memiliki cerita yang unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa dengan kararkter yang sangat kuat dan seorang guru ambisius yang  mempunyai cita-cita besar dan luhur. Dan Andrea Hirata adalah faktor yang sangat penting kenapa kami ingin memfilmkan buku Laskar Pelangi ini. Saat pertama kali ketemu dengan Andrea, ada antusiasme yang terlihat di dirinya. Bertemu Andrea Hirata seperti melihat matahari yang bersinar keras sekali dan sangat inspiring.”

Bagi sang penulis, Andrea Hirata, bukan hal yang mudah untuk mengijinkan karya sastra pertamanya ini untuk difilmkan. Jelas Andrea mempunyai alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan film Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. “Ada beberapa alasan kenapa saya rela  menyerahkan cerita Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama, Mira dan Riri adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar dalam membuat karyanya. Kedua, Mira dan  Riri mempunyai talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan setelah lama bergaul dengan mereka, saya semakin yakin kalau kedua sineas ini mempunyai indra keenam dalam membuat sebuah karya dan mempunyai perspektif yang unik,” ungkap Andrea.

Sementara menurut Putut Widjanarko, Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film ini merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. “Mizan Prouductions sangat bangga bekerjasama dengan Miles Films menghadirkan film yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia ini. Apalagi buku best seller Laskar Pelangi adalah terbitan salah satu penerbit dalam kelompok Mizan, yaitu penerbit Bentang Pustaka.”

Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli – Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai.  Dan persiapan produksi pun sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survey lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi. “Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” cerita Mira, antusias.

Adapun keinginan Rira dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural. “Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain di luar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri. “Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” lanjut Mira.

Setelah menjalani proses hunting dan casting di Belitong, akhirnya terpilih juga 12 orang pelajar Belitong yang akan memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling.

Meski begitu, bukan berarti Mira luput menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana .

sumber: http://www.laskarpelangithemovie.com/

5 Responses

  1. Di Pekanbaru kayaknya belum main tuh…..

  2. aqu n anak2qu amat sangat maniak dgn laskar pelangi identik dgn andrea hirata sampai sampai malam jam 00.00 wib hari rabu di tunggu tu ,barometer nya di sctp…

    ok tq sukse selalu…..

  3. Kayaknya menarik nech film nya

    Kabar – kabari y kalau udh tayang ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  4. Jangan hanya menonton film untuk sekedar hiburan. Sebagai seorang remaja, juga harus membaca nilai-nilai positif yang terkandung dalam sebuah film. Dalam film Laskar Pelangi yang sedang booming, hikmah yang tersirat antara lain :
     Jangan Pernah Menyerah. Judul surat Ikal kepada Lintang. Juga sang Ibu Guru yang berusaha keluar mencari murid kesepuluh, agar sekolah tidak ditutup.
     Memberilah sebanyak-banyaknya kepada orang lain, bukan menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain. Pesan sang Bapak Kepala Sekolah secara berulang-ulang kepada anak didiknya.
     Memiliki keteguhan dan keyakinan akan prinsip hidup. Kecerdasan hati adalah yang utama, kata sang Kepala Sekolah yang teguh mempertahankan pendirian sekolahnya.
     Ceria dan Bersemangat. Itulah modal kehidupan, seperti anak-anak dalam film Laskar Pelangi ini yang bersemangat dan ceria dalam kesehariannya.
     Tetap berjuang walau tidak ada sandaran lagi. Ibu Guru Muslimah yang merasa terpukul akibat meninggalnya sang Bapak Kepala Sekolah akhirnya kembali mengajar walaupun sendiri dan meneruskan perjuangannya.
     Ikuti kata hati. Flo, akhirnya memilih sekolah dan teman-temannya berdasarkan kata hati. Flo, cewek yang tomboy dan anak orang kaya pindah sekolah karena merasa ayik dan bahagia dengan teman-teman di sekolah Muhammadiyah itu.
     Jangan menggantungkan nasib pada dukun. Karena nilai sekolah yang terus menurun & tidak percaya diri, Mahar& teman-temannya pergi meminta bantuan dukun. Dan dukun pun memberikan mantra sakti.
     Mantra sakti dukun : “Jika nak pandai, ya belajar. Jika nak sukses, ya usaha”.
     Berani tampil beda & unik, tapi juga tidak asal-asalan. Karnaval dari sekolah Muhammadiyah benar-benar unik, walau sempat ditertawakan dengan gaya yang terlihat aneh, akhirnya mereka keluar sebagai pemenang.
     Tidak malu atau merasa rendah diri. Walau miskin dan bersekolah di tempat yang tidak memadai, mereka bisa menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat.
     Belajar Mandiri. Anak-anak telah belajar mandiri sejak kecil, terlihat dari karakter Lintang.
     Berani mengekspresikan perasaan. Cinta pertama terasa sangat indah dan si Ikal tidak malu-malu untuk menunjukkan rasa sukanya kepada Aling sampai akhirnya bisa bertemu bersama walau sebentar.
     Mau Berteman (Friendly). Terlihat pembauran etnis Tionghoa yang baik dalam film ini. Akiong membaur dengan baik dan tidak setiap orang Tionghoa itu orang kaya.
     Inisiatif. Walau tidak ada guru yang masuk mengajar, anak-anak mengambil inisiatif sendiri untuk belajar bersama.
     Dermawan. Ditunjukkan oleh teman Bapak Kepala Sekolah yang memberikan support secara materi dan moril kepada Sekolah Muhammadiyah, terutama setelah wafat Bapak Hafan, sang Kepala Sekolah.
     Kerja Keras. Walau gaji yang tidak memadai, sang Ibu Guru tetap bisa mengajar dan mencoba mencari penghasilan tambahan dengan menjahit baju.
     Cinta. Banyak masalah dan cobaan yang menerpa, tidak membuat sekolah ditutup, karena kegigihan dan cinta untuk mempertahankannya

    (TribunPekanbaru, Minggu 19Oktober2008)

  5. Laskar pelangi, basiiii,,,, asikan jadi brengkesan, euy !!!

Comments are closed.

%d bloggers like this: