Matahari Cokelat

matahari-kabut-asapBukan hal yang aneh bila bangun pagi di Riau terasa seolah-olah masih subuh, padahal jam sudah menunjukkan pukul 7.00. Subuh atau mendung ? Kadang dalam kondisi setengah mengantuk, terasa masih “kepagian”, tapi alamak… Ya itulah akibat kabut asap yang tidak lain akibat maraknya kebakaran hutan – lahan atau karhutla yang “biasa” terjadi saat ini …

Memang saat sehari yang lalu berkunjung ke daerah Duri hingga Dumai di pesisir Riau yang berseberangan dengan Malaysia dan Singapura, jelas terlihat adanya kebakaran lahan ( kebakar-tidak sengaja atau membakar-sengaja .. nah yang mana nih..). Lahan yang “kebakar” berada disekitar lahan sawit yang kemungkinan (besar) sengaja dilakukan sehubungan dengan pembukaan lahan baru dan semak yang berada juga di sekitar pekarangan petak rumah penduduk yang juga sengaja dibakar. Dari kejauhan jelas terlihat asap akibat kebakaran ini. Bila memang pihak berkompeten setempat telah menyatakan akan menangani serius kebakaran hutan dan lahan, tentulah itu sudah dilakukan dan akan terlihat kesibukan luar biasa untuk memadamkannya. Tapi apa lacur.. ?? Harapan itupun seperti tertiup angin dan tertutup pekatnya awan cokelat. Budaya.. mungkin, tapi agak dalam bila dibahas..

Kapan matahari akan cerah kembali ? Matahari yang kemuning berkilau, bukanlah matahari yang cokelat dan kusam …

 

%d bloggers like this: