Ajakan Membuat Sumur Resapan Air

Selamatkan Lingkungan HidupTidak terasa musim hujan sebentar lagi akan datang. Debit air yang berlimpah ini kadang membuat persoalan masyarakat. Memang pesatnya pembangunan telah mempersempit ruang dan lahan serapan air dan juga memberikan ketidakseimbangan penyerapan dan cadangan air. Air tentu saja berada lebih banyak berada di saluran air, sementara permukaan tanah yang tertutup bangunan atau permukaan keras, seperti aspal, plesteran semen tidak dapat menyerap dengan cepat air hujan dengan baik. Masih lebih baik memang bila ada yang menggunakan pola paving untuk jalan atau halaman. Namun itulah yang terjadi saat ini dan bisa jadi tidak terpikirkan untuk memikirkan issue lingkungan, seperti penurunan permukaan air tanah, kekeringan lahan, bahkan kelangkaan air tanah.    

Berikut adalah kumpulan dari beberapa sumber tentang pentingnya serta realisasi pembuatan sumur resapan untuk rumah tangga dan bangunan.

Bagaimana sebenarnya sumur resapan itu bekerja? Air hujan yang jatuh ke halaman kita setidaknya 85 persen harus bisa diserap oleh lahan tersebut agar tidak meluapkan banjir. Lahan dan halaman rumah kita secara alamiah bisa menyerap curahan air hujan yang jatuh, termasuk dari atap rumah, yang mengalir melalui talang. Di sini sumur resapan akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi curahan air hujan.

sumur-resapan

Masuknya air hujan melalui peresapan inilah yang menjaga cadangan air tanah agar tetap bisa dicapai dengan mudah. Dengan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah kita tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai atau dengan istilah mengurangi aliran air permukaan (surface run-off water).

Dengan demikian air yang jatuh ke permukaan bumi (pada saat hujan) akan diupayakan selama mungkin (dalam konteks alami) mencapai pengendap buatan, sebelum dilimpahkan (bila berlebih) ke saluran drainase (draine = pengering) yaitu saluran air, sungai dan akhirnya ke laut. Intinya, semakin lama air mencapai saluran air dan laut maka jumlah air yang dapat diretensi di tanah akan semakin besar.

rancangan sumur resapan

Di beberapa daerah sebenarnya telah diwajibkan dan dibuatkan perda-nya tentang pembuatan sumur resapan rumah tangga / bangunan. Namun apakah hal itu dilaksanakan dan yang masih kewalahan adalah pengawasannya. Kita harus menghargai dan mendukung inisiatif untuk peduli dengan kelangsungan lingkungan hidup di tengah masa yang modern, simple dan praktis sekarang. Salah satunya adalah menyeimbangkan daya dukung lahan tertutup terhadap penyerapan debit air, terutama air hujan yang berlimpah dengan penyediaan sumur resapan air. Tentu saja hal ini bukan satu-satunya solusi namun perlu didukung banyak faktor.

jarak-sumur-resapan

 

5 Responses

  1. Absen buat pertamaxxxxxxxxx di blognya Pak doni…

    Masih ingat saya ga Pak? Rido Anak Muhammadiyah yang Magang di TI?

    Halo Do, sudah gemuk belum.. hehehe… lanjutkan…

  2. Oia Pak… Masuk Komunitas Blogger Bertuah juga ya? Kebetulan saya juga anggota blogger bertuah…

    Bapak Pernah ikut ngumpul g sama anggota2 nya?

    Halo Do, iya coba gabung tuh sejak ada expo di Dang Merdu, tp ga sempet ikutan acara off-air nih.
    Salam ja buat temen2 & tetep kontak ya..

  3. BAGUS…BAGUS…BAGUS…

  4. Minta izin bos buat di msukan di ctatan facebook
    full

  5. yu kita buat sumur resapan yang banyak, biar ga banjir lagi🙂

Comments are closed.

%d bloggers like this: